Asssalaaamualaikum
Warohmatullohi Wabarrokatuh...
Menjelang kedatangan Pemimpin Saudi Arabia Raja
Salman bin Abdul Azis Assaud ke Tanah air, hampir seluruh media baik
elektronik, media cetak, maupun media onlain negeri ini mengangkat berita
tentang kesiapan pemerintah dalam menyambut kedatangan sang Raja dari
negeri tempat kelahiran Nabi Besar Muhammad Shalallohu Alaihi Wassalam itu, demikian juga dengan euforia umat islam bangsa indonesia dalam
menyongsong kehadiran pemimpin yang dikenal sangat intens mengupayakan
persatuan dan kebangkitan umat islam di seluruh dunia tersebut.
Di tengah
gonjang-ganjing atau kegaduhan tak berkesudahan yang terjadi di negeri ini,
yang disebabkan oleh tindakan seorang gubernur non muslim yang membuat sakit hati
sebagian besar kaum muslimin, tentu saja dengan kedatangan Raja yang gencar
membela kaum mukminin tersebut menumbuhkan rasa bahagia pada umat islam pada
umumnya.
Sebagaimana yang sudah diketahui banyak pihak, selama ini umat islam
yang menuntut keadilan atas kasus penistaan agama, menggantungkan harapan
kepada Ulama-ulama yang secara tidak formal telah di "Baiat" menjadi pemimpin
untuk mewakili umat Indonesia dalam menuntut keadilan, utamanya kepada Habib Rizieq
Shihab dan Ustadz Bachtiar Natsir, di mana kedua tokoh ini dikenal sangat
lantang dan tidak kenal takut apalagi mundur selangkah meskipun mereka berdua
harus menghadapi berbagai badai fitnah yang bertujuan untuk menggembosi gerakan
gerakan juang yang mereka pimpin.
Dengan keadaan tersebut sudah pasti kaum
muslimin yang terus setia mendukung mereka, sangat mengharapkan bahwa Habieb
Rizieq dan Ustadz Bachtiar Natsir akan diberi kesempatan bertemu dengan Raja
Salman Bin Abdul Azis di sela-sela kunjungannya ke indonesia.
Dan memang, salah
satu Agenda lawatan Raja Salman di Indonesia adalah bertemu tokoh-tokoh islam
negeri ini. Akan tetapi, Raja Salman adalah pemimpin besar yang tidak mau
menabrak aturan dan kebijakan pemerintah sebuah negara yang dikunjunginya.
Ya, Untuk menyusun agenda pertemuannya dengan tokoh-tokoh Islam negeri ini, Raja
Salman akan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Indonesia dalam memilih
tokoh-tokoh yang diperbolehkan mengikuti pertemuan dengan Raja Arab tersebut.
Itulah sebabnya akan menjadi sangat kecil kemungkinannya bagi Habieb Rizieq
dan Ustadz Bachtiar Natsir untuk diikutsertakan pemerintah dalam agenda
pertemuan tersebut. Karena sebagaimana yang diketahui oleh hampir semua umat
islam, semenjak bergulirnya Aksi-aksi bela islam yang dimulai pada akhir
oktober 2017, pemerintah indonesia telah mengambil langkah untuk berseberangan
dengan mereka, bahkan secara kasat mata sudah terlihat upaya-upaya Aparatur Pemerintahan untuk Mengkkriminalisasi mereka.
Kesimpulannya, itulah alasan mengapa Habieb Rizieq Shihab dan
Ustadz Bachtiar Natsir dan tokoh-tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis
Ulama Indonesia lainnya tidak akan bisa Bertemu muka dengan Raja Salman bin
Abdul Azis.
Namun begitu, ada sinyalemen bahwa Raja Salman selama ini tidak pernah terlewatkan
untuk mengikuti Dinamika Umat Islam secara keseluruhan di negeri ini, khususnya
dalam Polemik Pemimpin Muslim dan Pemimpin Kafir, paling tidak hal tersebut
telah dikemukakan oleh Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia dalam
wawancaranya dengan stasiun televisi nasional TV One.
Oleh karena itu menurut
beberapa pihak, kedatangan Raja Salman Indonesia adalah untuk mencegah agar
umat islam indonesia tidak lagi menjadi obyek bulan-bulanan oleh Kaum Kafir, Syiah, Komunis, dan Liberal. Hal itu terlihat dari apa yang akan dibawa oleh Raja Salman dalam kunjungannya ke Indonesia nanti, yang mana beliau akan membawa Bantuan Dana yang jumlahnya sangat Fantastis untuk negara ini, yakni mencapai lebih dari 300 Trilyun Rupiah, bantuan tersebut sejatinya adalah Pinjaman tetapi sama sekali Tanpa Bunga dan Tanpa Jaminan, tentunya dengan bantuan tersebut akan membuat pengaruh kerajaan Saudi Arabia akan menjadi kuat di Indonesia, dan kemungkinan akan menggeser pengaruh China, Iran dan Barat.
Tentunya hal tersebut merupakan khabar baik bagi Umat Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah. Semoga...
Wassalaaamualaikum
Warrohmatullohi Wabarrokatuh...
Edy Susanto.
Edy Susanto.
